KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

Dirty Vote: Film Dokumenter Ungkap Kecurangan Pemilu Tayang, Menyasar Eskalasi Kekuasaan

KonotasiNews, Dirty Vote: Film Dokumenter Ungkap Kecurangan Pemilu Tayang, Menyasar Eskalasi Kekuasaan

Film dokumenter "Dirty Vote" tayang pada Minggu (11/2) ini, dapat diakses melalui akun YouTube Dirty Vote. Film ini membawa pendekatan eksplanatori, disampaikan oleh tiga ahli hukum tata negara, yakni Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar.

Menurut siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, ketiganya menjelaskan bagaimana berbagai instrumen kekuasaan telah digunakan untuk memenangkan pemilu, meskipun hal tersebut merusak tatanan demokrasi. Dalam film tersebut, mereka memaparkan fakta dan data yang mendukung argumen mereka.

Bivitri Susanti menggambarkan "Dirty Vote" sebagai rekaman sejarah tentang kerusakan demokrasi di Indonesia. Film ini membahas dua hal utama, yakni pentingnya tidak hanya melihat hasil pemilu tetapi juga prosesnya, serta penyalahgunaan kekuasaan dan nepotisme yang merusak demokrasi.

Feri Amsari menegaskan bahwa esensi pemilu adalah cinta pada tanah air. Ia menyatakan bahwa membiarkan kecurangan pemilu sama dengan merusak bangsa Indonesia. Ia juga menyoroti batas-batas kekuasaan dan pentingnya pemerintahan yang bekerja demi kepentingan rakyat.

Film ini merupakan karya sutradara Dandhy Dwi Laksono, yang sebelumnya telah menyutradarai beberapa film dokumenter seputar pemilu dan politik di Indonesia. "Dirty Vote" menjadi refleksi di masa tenang pemilu dan diharapkan dapat mengedukasi publik.

Berbeda dengan film-film sebelumnya yang diproduksi di bawah bendera WatchDoc dan Ekspedisi Indonesia Baru, "Dirty Vote" melibatkan kolaborasi lintas Civil Society Organization (CSO). Film ini juga didukung oleh berbagai lembaga yang terlibat dalam riset kecurangan pemilu.

Film "Dirty Vote" telah menarik perhatian publik, terutama dengan rencana Tim Hukum dan Advokasi TKN Prabowo-Gibran untuk menggelar jumpa pers terkait film ini. Jumpa pers dijadwalkan dilakukan di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan, dengan harapan untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan atas kontroversi yang muncul.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *