KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

Polda Jawa Tengah Bertindak Cepat Atasi Stigma Negatif di Peta Digital Sukolilo

KonotasiNews, Polda Jawa Tengah Bertindak Cepat Atasi Stigma Negatif di Peta Digital Sukolilo

Semarang, Jumat (21/6/2024) - Polda Jawa Tengah bergerak cepat merespons keluhan warga terkait perubahan nama peta digital daerah Sukolilo, Pati, yang diganti menjadi Kampung Penadah dan Kampung Maling. Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Ahmad Luthfi telah menerjunkan tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta tim Cyber untuk berkoordinasi dengan Kominfo dan Google guna mengembalikan nama Sukolilo tanpa ikon negatif tersebut.

"Saya sudah perintahkan tim TIK dan Cyber untuk berkoordinasi dengan Kominfo dan Google, ini sedang berproses dan pulih muncul kembali nama Sukolilo tanpa ada ikon negatif di lokasi Sukolilo," ujar Luthfi di Semarang.

Perubahan nama di peta digital ini menimbulkan dampak psikologis yang signifikan, terutama bagi anak-anak di Sukolilo. Luthfi menekankan pentingnya menghargai warga Sukolilo yang baik dan menghindari stigma negatif yang dapat merugikan mereka secara psikis.

"Kita harus menghargai, masih banyak warga Sukolilo lain yang baik, apalagi ada anak-anak yang tak berdosa yang akan terguncang psikisnya bila dicap tinggal di kampung maling atau penadah. Ini yang harus kita perlu cermati," jelas Luthfi.

Meski demikian, Luthfi menegaskan bahwa Polda Jawa Tengah tidak akan berkompromi dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh warga Sukolilo. Ia menekankan bahwa pelaku pengeroyokan terhadap bos rental mobil dan mereka yang terlibat dalam aksi pencurian dan penadahan akan tetap diproses sesuai hukum.

"Tapi kalau soal pelanggaran hukum, kami tidak mau kompromi. Yang pelaku terlibat pengeroyokan tetap kita proses dan yang belum lebih baik menyerahkan diri. Begitu pula bila ada yang terlibat pencurian bahkan penadahan sekalipun, akan kami proses. Kami Polda Jawa Tengah meminta kesadaran dari masyarakat sendiri," tegas Luthfi.

Sebelumnya, Luthfi telah menemui sejumlah warga dari beberapa desa di Kecamatan Sukolilo pada hari Kamis (20/6). Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan hukum secara langsung dan merespons keluhan warga mengenai hujatan dan bully-an yang mereka terima akibat stigma negatif tersebut.

Supriyanto, salah satu warga Sukolilo, mengungkapkan keprihatinannya terkait dampak stigma negatif tersebut terhadap anak-anak dan masyarakat. Ia berharap agar pihak kepolisian bergerak cepat untuk menghapus nama negatif di peta digital.

"Anak-anak sekolah itu memang mereka langsung ditunjukkan itu maps-nya bahwa Sukolilo itu kampung maling dan sebagainya, sehingga sangat kasihan itu. Bahkan tadi malam anak saya sendiri tidak rela itu ditujukan ke Sukolilo," kata Supriyanto.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *