KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

Kasus Pencetakan Uang Palsu Rp 22 Miliar di Srengseng Raya, Jakarta Barat

KonotasiNews, Kasus Pencetakan Uang Palsu Rp 22 Miliar di Srengseng Raya, Jakarta Barat

Jakarta, 21 Juni 2024 - Kombes Wira Satya Triputra dari Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkapkan fakta terbaru mengenai kasus pencetakan uang palsu senilai Rp 22 miliar di kawasan Srengseng Raya, Jakarta Barat. Uang palsu tersebut direncanakan untuk ditukarkan dengan uang asli yang akan dimusnahkan oleh Bank Indonesia (BI).

Menurut Kombes Wira, uang palsu ini dihasilkan untuk menggantikan uang yang akan dimusnahkan oleh BI, seperti uang yang sudah lusuh, cacat, atau tidak lagi layak edar karena alasan tertentu. Proses pemusnahan uang oleh BI dilakukan dengan diracik sehingga tidak lagi menyerupai uang kertas atau logam.

Kronologi kasus ini dimulai pada April 2024, ketika seorang pria berinisial P yang masih buron memesan uang palsu sebesar Rp 22 miliar kepada seorang dalang sindikat bernama M. Uang tersebut dihargai dengan seperempat harga, dan M berkomitmen untuk membayar sebesar Rp 5,5 miliar setelah Lebaran Idul Adha.

M untuk memulai produksi uang palsu ini mengeluarkan modal sebesar Rp 300 juta untuk membeli perlengkapan yang diperlukan. Awalnya produksi dilakukan di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, namun kemudian bergeser ke Sukabumi setelah sewa gudang di Gunung Putri habis. Di Sukabumi, produksi uang palsu diselesaikan dengan bantuan orang-orang tertentu.

Setelah produksi selesai, sindikat ini memindahkan operasinya ke Srengseng Raya, Jakarta Barat. Namun sebelum uang palsu tersebut sempat diserahkan kepada P, sindikat tersebut berhasil diringkus oleh Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Hingga saat ini, polisi telah menetapkan empat tersangka, yaitu M, YA, FF, dan F, dan mereka telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Mereka dijerat dengan Pasal 244 KUHP dan Pasal 245 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Polisi masih memburu empat buron lainnya yang diduga terlibat dalam kasus ini, termasuk pemilik kantor akuntan publik, operator mesin cetak, serta dua pembeli uang palsu.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *