KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!

Get In Touch

Adani Group Dituding Manipulasi Harga Batu Bara Indonesia, Raup Untung Besar

KonotasiNews, Adani Group Dituding Manipulasi Harga Batu Bara Indonesia, Raup Untung Besar

Jakarta, 29 Mei 2024 — Perusahaan milik Gautam Adani, orang terkaya di Asia, kembali menjadi sorotan. Kali ini, Adani Group dituding memanipulasi harga batu bara asal Indonesia untuk meraup keuntungan besar. Laporan yang dirilis oleh The Financial Times (FT) pada Kamis (22/5/2024) mengungkapkan skema tersebut melalui dokumen yang diperoleh dari Proyek Pelaporan Kejahatan dan Korupsi Terorganisir (OCCRP).

Taktik Licik di Balik Penjualan Batu Bara

Menurut laporan tersebut, Adani Group diduga kuat menjual batu bara berkualitas rendah dari Indonesia ke India dengan harga yang jauh lebih tinggi. Batu bara yang sejatinya memiliki kalori 3.500 per kilogram, dijual kepada perusahaan Tamil Nadu Generation and Distribution Company (Tangedco) sebagai batu bara berkualitas 6.000 kalori per kilogram. Taktik ini membuat Adani memperoleh keuntungan lebih dari dua kali lipat setelah biaya transportasi.

Bukti-Bukti Manipulasi

Berdasarkan dokumen yang dicocokkan FT dengan 22 pengiriman pada tahun 2014, terdapat pola inflasi kualitas terhadap sekitar 1,5 juta ton batu bara. Batu bara tersebut diperoleh dari PT Jhonlin, perusahaan pertambangan di Kalimantan Selatan milik Samsudin Andi Arsyad, alias Haji Isam. Batu bara yang dibeli dengan harga US$ 28 atau Rp 453.152 per ton, dijual kembali oleh Adani kepada Tangedco seharga US$ 92 atau Rp 1.488.928 per ton.

Skema Kompleks dan Peran Perantara

Pengiriman batu bara dari Indonesia ke India dilakukan oleh kapal MV Kalliopi L. Harga yang dibayar PT Jhonlin ke Supreme Union Investors, sebuah perusahaan asal British Virgin Islands, adalah sekitar US$ 28 per ton. Namun, Supreme Union Investors menagih Adani untuk pengiriman tersebut dengan harga US$ 34 per ton. Adani kemudian menjual batu bara itu ke Tangedco dengan harga yang melonjak drastis menjadi US$ 92 per ton.

Dampak Lingkungan dan Kesehatan

Manipulasi kualitas batu bara ini berdampak serius pada kualitas udara di India. Batu bara berkualitas rendah yang digunakan oleh PLTU perusahaan listrik India menurunkan efisiensi pembakaran dan meningkatkan emisi polutan, memperburuk masalah polusi udara yang sudah kronis di negara tersebut.

Keuntungan Fantastis dan Reaksi Adani

Dengan perbedaan harga yang signifikan, Adani dan perantaranya diperkirakan meraup keuntungan sekitar US$ 46 per ton dari setiap pengiriman. Total keuntungan Adani dari 22 kargo batu bara mencapai sekitar US$ 70 juta atau Rp 1,13 triliun.

Namun, saat dihubungi, Adani Group membantah tudingan tersebut. "Batubara yang dipasok telah melewati proses pemeriksaan kualitas yang rumit oleh berbagai lembaga di berbagai tempat. Tuduhan pasokan batu bara berkualitas rendah bukan hanya tidak berdasar dan tidak adil, tetapi juga sangat tidak masuk akal," ujar juru bicara yang tidak disebutkan namanya itu.

Ketidakjelasan Tanggapan

Saat ini, Tangedco, PT Jhonlin, Supreme Union Investors, dan Direktorat Intelijen Pendapatan (DRI) India belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut. Permintaan konfirmasi dari berbagai pihak terkait hingga kini masih belum direspon.

Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan Adani Group. Masyarakat dan pemangku kepentingan kini menanti tindakan lebih lanjut dari otoritas terkait untuk mengusut tuntas dugaan manipulasi harga batu bara yang melibatkan perusahaan raksasa tersebut. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci penting dalam memastikan keadilan dan menjaga kepercayaan publik terhadap integritas sektor bisnis dan energi.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *