KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

Presiden Jokowi Kenakan Dasi Merah di Universitas Stanford sebagai Ungkapan Koneksi dan Komitmen

KonotasiNews, Presiden Jokowi Kenakan Dasi Merah di Universitas Stanford sebagai Ungkapan Koneksi dan Komitmen

Presiden Joko Widodo memberikan kuliah umum di Universitas Stanford, California, Amerika Serikat, pada Rabu (15/11) Waktu Setempat, dan menarik perhatian dengan memakai dasi merah. Dalam cerita yang disampaikan, Jokowi menjelaskan bahwa keputusan memakai dasi merah tersebut didasarkan pada pertanyaan tentang jargon dan warna identik universitas tersebut.

Jokowi mengawali ceritanya dengan menanyakan jargon di Stanford, yang dijawab dengan "go cardinal." Selanjutnya, Presiden bertanya tentang warna identik universitas, yang dijawab sebagai warna merah. Oleh karena itu, Jokowi memutuskan mengenakan dasi merah sebagai ekspresi rasa terkoneksi dengan civitas Universitas Stanford.

Dalam konteks ini, Presiden menyoroti pentingnya terkoneksi dengan sesama manusia dan alam. Dia menyampaikan bahwa terkoneksi dengan dunia akademis yang cerdas, muda, dan rajin adalah suatu kehormatan. Jokowi menggambarkan dasi merahnya sebagai simbol komitmen untuk bersatu dan berkontribusi dalam isu global, terutama terkait perubahan iklim dan keberlanjutan.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki komitmen nyata terkait perubahan iklim. Dia menyampaikan capaian positif, seperti penurunan emisi sebesar 91,5 juta ton pada tahun 2022 dan upaya konservasi hutan yang berhasil. Jokowi menekankan bahwa Indonesia tidak hanya berbicara tetapi juga berusaha menjalankan komitmen untuk mendukung keberlanjutan dan melawan perubahan iklim.

Penggunaan dasi merah oleh Presiden Jokowi bukan hanya sebagai pilihan mode, tetapi mengandung simbolisme yang kuat. Keputusannya untuk memilih warna merah sebagai bentuk koneksi dengan identitas Universitas Stanford menunjukkan pemahaman dan kepekaan terhadap budaya lokal, yang dapat membangun citra positif.

Pemaparan Presiden tentang komitmen Indonesia terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim di hadapan mahasiswa dan akademisi Stanford merupakan langkah diplomasi publik yang efektif. Penekanan pada tindakan nyata dan pencapaian positif memberikan gambaran positif tentang upaya Indonesia dalam menjaga keberlanjutan.

Koneksi antara warna merah pada dasi dengan isu perubahan iklim juga memberikan pesan kuat tentang tanggung jawab bersama dalam mengatasi tantangan global. Dengan menekankan pentingnya "walk the talk," Jokowi berusaha membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya mengutarakan komitmen tetapi juga melibatkan diri dalam tindakan konkret.

Keseluruhan cerita ini tidak hanya menjadi narasi mode atau penampilan, tetapi juga menyampaikan pesan yang relevan dengan agenda global saat ini. Pemimpin yang dapat menggabungkan citra, nilai-nilai lokal, dan isu global dapat membangun narasi yang kuat di panggung internasional.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *