KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!

Get In Touch

FX Rudy Ketua DPC PDIP Kota Solo Meradang Karena Kunjungan Polisi, Tuding Adanya Intimidasi

KonotasiNews, FX Rudy Ketua DPC PDIP Kota Solo Meradang Karena Kunjungan Polisi, Tuding Adanya Intimidasi

Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyatakan kekecewaannya dan merasa terintimidasi setelah Kantor DPC PDIP di Brengosan, Purwosari, Laweyan dikunjungi oleh aparat kepolisian pada Rabu (8/11). Mantan Walikota Solo ini menganggap tindakan polisi sebagai intervensi dan intimidasi terhadap partainya.

Rudyatmo menjelaskan bahwa kunjungan polisi tersebut dianggap tidak wajar dan dapat memberikan kesan intimidasi terhadap orang-orang yang datang ke kantor DPC PDIP. Ia mengimbau aparatur negara, khususnya TNI dan Polri, untuk menjaga netralitasnya selama proses pemilihan. Netralitas ini telah menjadi komitmen para pimpinan TNI dan Polri dalam berpartisipasi dalam pesta demokrasi.

Yang membuat Rudyatmo semakin bingung adalah bahwa saat kunjungan polisi itu, tidak ada pengurus yang berada di kantor DPC PDIP. Ia menganggap tindakan ini sebagai bentuk intimidasi dan intervensi pada partai politik yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

Di sisi lain, Kapolresta Solo, Kombes Iwan Saktiadi, membela kunjungan polisi tersebut dan mengklaim bahwa itu adalah bagian dari patroli rutin menjelang Pemilu 2024. Menurutnya, patroli seperti ini dilakukan pada kantor-kantor partai politik dan lembaga terkait dengan pemilu, termasuk DPC PDIP. Iwan menegaskan bahwa tindakan polisi ini bersifat netral dan tidak ada maksud intimidasi.

Meskipun demikian, Rudyatmo tetap merasa tidak puas dan menilai kunjungan polisi tersebut tidak seharusnya terjadi. Ia menyoroti perlunya netralitas dan kebijaksanaan dalam berurusan dengan partai politik selama periode pemilu.

Insiden kunjungan polisi ke Kantor DPC PDIP Kota Solo menunjukkan sensitivitas yang tinggi selama periode pemilu. Ketua DPC PDIP, Rudyatmo, merasa bahwa tindakan tersebut merupakan intimidasi dan intervensi yang tidak seharusnya terjadi. Di sisi lain, pihak kepolisian mengklaim bahwa kunjungan tersebut adalah bagian dari patroli rutin yang dilakukan sebagai persiapan untuk Pemilu 2024.

Persepsi yang berbeda ini mencerminkan tantangan dalam menjaga netralitas dan meminimalkan ketegangan selama proses pemilu. Kedua belah pihak harus berusaha untuk memahami peran masing-masing dalam memastikan keamanan dan ketertiban selama pemilu, sambil tetap menjaga prinsip netralitas.

Kedewasaan dalam menanggapi situasi seperti ini sangat penting, terutama dari para pemimpin partai politik dan aparat penegak hukum. Dalam setiap negara demokratis, pemilu adalah saat-saat penting bagi rakyat untuk memilih wakil-wakil mereka, dan keamanan serta ketertiban selama pemilu adalah prioritas utama. Masing-masing pihak harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan menjaga proses pemilu berjalan dengan lancar.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *