KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

TNI-POLRI Kompak Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Warga Palestina di Gaza

KonotasiNews, TNI-POLRI Kompak Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Warga Palestina di Gaza

KonotasiNews - Dua pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara dijadwalkan terbang pada Sabtu (4/11) dari Jakarta ke Mesir untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia, Palang Merah Indonesia, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk warga Palestina di Gaza.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda (Laksda) TNI Julius Widjojono membenarkan informasi ini dan menyebut bahwa dua pesawat Hercules berasal dari Skadron Udara 31 dan Skadron Udara 32 TNI AU. Selain itu, TNI AU juga menyiapkan dua Hercules cadangan untuk misi kemanusiaan ini.

Selain dua pesawat Hercules TNI AU, Mabes Polri juga akan melibatkan satu pesawat charter (Boeing 737 Garuda), sehingga total ada tiga pesawat yang mendukung pengiriman logistik bantuan kemanusiaan ke Palestina.

Rencananya, tiga pesawat ini akan berangkat dari Base Ops Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma di Jakarta pada Sabtu pukul 08.30 WIB, dan Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan melepas rombongan ini. Mereka diharapkan tiba di Mesir pada Senin (6/11).

Rute penerbangan dalam misi kemanusiaan ini meliputi perhentian di Aceh, Yangon (Myanmar), New Delhi (India), Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), Jeddah (Arab Saudi), dan El Arish (Mesir). Kolaborasi antarinstansi yang kuat telah menjadikan proses pengiriman bantuan ini berjalan lancar.

Saat ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sedang mengurus izin penerbangan (flight clearance), izin mendarat (landing permit), ground handling, dan persetujuan lainnya terkait pengiriman bantuan ini. Kementerian Pertahanan juga membantu dalam beberapa proses pengiriman bantuan.

Bantuan tersebut akan diserahterimakan ke Bulan Sabit Merah Mesir dan kemudian disalurkan ke Gaza oleh UNRWA. Hal ini karena hanya Bulan Sabit Merah Mesir yang diberi wewenang untuk membawa masuk bantuan ke Gaza. Kemlu RI masih menunggu persetujuan dari PBB mengenai barang-barang bantuan yang dapat masuk ke Gaza.

Selain upaya pengiriman bantuan, seluruh umat Islam di Indonesia juga mendukung Palestina melalui doa Qunut Nazilah. Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyerukan kepada seluruh umat Islam, terutama dalam pelaksanaan salat Jumat (3/11), untuk melakukan Qunut Nazilah.

Doa Qunut Nazilah ini dilantunkan agar pelaku kejahatan kemanusiaan diberi hukuman yang setimpal dengan kejahatannya oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dewan Masjid Indonesia menganggap bahwa krisis Palestina dan Israel adalah perjuangan untuk mempertahankan hak-hak kemanusiaan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina.

Ketua Umum DMI, Muhammad Jusuf Kalla, menegaskan bahwa pejuang Palestina yang gugur saat mempertahankan hak-hak kemanusiaan adalah mati syahid atau mati dengan terhormat sebagai pahlawan. Orang-orang yang mati syahid ini tidak perlu lagi dilakukan prosesi salat ghaib.

Jusuf Kalla juga berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia, tanpa memandang suku, agama, dan ras, untuk menggalang solidaritas dan dukungan kepada Palestina sesuai dengan amanat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) NRI Tahun 1945. Ia juga berpendapat bahwa sikap resmi dari pemerintah Indonesia untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina sangat diperlukan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah mendesak agar pasokan bahan bakar bisa masuk Gaza untuk menjaga operasional RS Indonesia yang dikelola oleh sukarelawan MER-C. Retno menyampaikan bahwa waktu yang tersisa sangat terbatas sebelum generator utama rumah sakit tersebut mati, sehingga bahan bakar, air bersih, dan bahan pokok sangat diperlukan oleh penduduk Gaza dalam situasi konflik berkepanjangan antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina Hamas.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *