KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!

Get In Touch

Pengamanan Ketat: Mabes Polri Kirim 400 Personel ke Rempang Batam.

KonotasiNews, Pengamanan Ketat: Mabes Polri Kirim 400 Personel ke Rempang Batam.

KonotasiNews - Mabes Polri telah mengirimkan personel tambahan ke wilayah Rempang, Batam, sebagai respons terhadap kericuhan yang telah terjadi di depan Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pengerahan empat Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar 400 personel telah dilakukan dengan tujuan utama pengamanan mediasi dan dialog mengenai proses relokasi dari Rempang.

Menurut Jenderal Sigit Prabowo, penambahan personel ini adalah langkah yang diperlukan untuk mengatasi eskalasi ancaman yang terjadi. "Tentunya kekuatan personel saat ini terus kita tambah ada kurang lebih 4 SSK sampai hari ini yang kita tambahkan dan ini akan terus kita tambah disesuaikan dengan eskalasi ancaman yang terjadi," kata Sigit kepada wartawan.

Alasan lain dari penambahan personel adalah kericuhan yang terjadi dalam dialog antara BP Batam dan masyarakat pada Senin (11/9), di mana tidak ada titik temu yang berhasil dicapai. Jenderal Sigit Prabowo menjelaskan, "Karena memang ada beberapa hal yang mungkin masih perlu ada kejelasan. Kemudian tentunya ini memerlukan keputusan-keputusan yang lebih komprehensif."

Kericuhan tersebut juga mengakibatkan upaya petugas untuk mengamankan BP Batam dengan membuat barikade. Sayangnya, beberapa petugas mengalami luka-luka, dan sejumlah bagian gedung kantor BP Batam mengalami kerusakan.

Selain menjaga ketertiban, Jenderal Sigit menegaskan bahwa personel tambahan ini juga akan membantu dalam pengamanan sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Dengan harapan masyarakat dapat memahami tujuan pembangunan serta relokasi yang diusulkan oleh BP Batam sebagai pemilik tanah.

"Sehingga mau tidak mau pada saat itu dibutuhkan harus diserahkan. Namun di sisi lain pemerintah dalam hal ini BP Batam juga memikirkan rencana relokasi," tambahnya.

Konflik ini bermula dari rencana relokasi warga di beberapa pulau, termasuk Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru, untuk mengembangkan investasi di Pulau Rempang menjadi kawasan industri, perdagangan, dan wisata yang terintegrasi. Proyek ini akan dilaksanakan oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) dengan tujuan menarik investasi besar, yang akan mengambil sebagian besar lahan Pulau Rempang.

Warga yang tinggal di pulau-pulau tersebut akan direlokasi ke lahan yang telah disiapkan, dengan perkiraan jumlah warga antara 7.000 hingga 10.000 jiwa. Konflik mencuat ketika aparat dan warga bentrok pada 7 September karena masalah pemasangan patok lahan. Kerusuhan kembali terjadi pada 11 September saat ribuan warga menggeruduk kantor BP Batam untuk menolak rencana relokasi.

img
Author

Bodi man

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *