KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!

Get In Touch

Huawei Akan Luncurkan Teknologi Artificial Intelligence pada Jaringan 5.5G

KonotasiNews, Huawei Akan Luncurkan Teknologi Artificial Intelligence pada Jaringan 5.5G

KonotasiNews - Huawei, penyedia solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), telah mengumumkan rencana mereka untuk meluncurkan rangkaian lengkap perangkat jaringan 5.5G komersial pada tahun 2024. Langkah ini akan menandai era 5.5G dalam industri TIK, yang didukung oleh solusi end-to-end yang menggabungkan teknologi canggih dan komprehensif.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada hari Rabu, implementasi teknologi 5G telah mengalami perkembangan pesat selama empat tahun terakhir dan mulai memberikan keuntungan finansial yang signifikan. Saat ini, sudah ada lebih dari 260 jaringan 5G komersial di seluruh dunia yang melayani lebih dari 1,2 miliar pengguna, dan jumlah pengguna F5G sudah mencapai 115 juta gigabit.

"Dengan jadwal standardisasi yang telah ditetapkan, Era 5.5G siap memasuki tahap verifikasi teknologi dan komersial. Pada tahun 2024, Huawei akan meluncurkan rangkaian lengkap perangkat jaringan 5.5G komersial sebagai persiapan untuk penerapan jaringan 5.5G secara komersial," kata Yang Chaobin, Direktur & Presiden Produk & Solusi ICT Huawei, saat menghadiri Forum 5G Advanced yang merupakan bagian dari acara Mobile World Congress (MWC) Shanghai 2023.

Menurut Yang, seiring dengan perkembangan model layanan dan konten, terobosan teknologi seperti tayangan 3D tanpa kacamata akan menciptakan pengalaman imersif yang belum pernah ada sebelumnya bagi pengguna. Untuk menyediakan layanan-layanan mutakhir tersebut, diperlukan kapabilitas jaringan 5G yang lebih tinggi. Secara umum, pelaku industri setuju bahwa 5.5G akan menjadi tonggak penting dalam evolusi 5G, dan teknologi ini semakin mendekati pengguna dan pihak yang mendukungnya.

Huawei juga memperkenalkan konsep "Era 5.5G" yang didasarkan pada solusi end-to-end yang mengintegrasikan teknologi canggih seperti 5.5G, F5.5G, dan Net5.5G. Dengan solusi ini, investasi operator dalam jaringan 5G akan tetap aman, sementara kinerja jaringan meningkat hingga 10 kali lipat.

Untuk mendorong implementasi solusi 5.5G end-to-end, Huawei telah bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di industri ini dalam penelitian dan verifikasi teknologi 5.5G utama. Dalam proses verifikasi ini, Huawei telah mencapai kemajuan signifikan, terutama dalam hal extremely large antenna array (ELAA) atau susunan antena dalam jumlah besar yang memungkinkan kecepatan downlink hingga 10 gigabit, akses spektrum fleksibel untuk kecepatan uplink dalam satuan gigabit, dan konektivitas Internet of Things (IoT) pasif untuk mendukung 100 miliar koneksi IoT.

Salah satu teknologi utama yang terlibat adalah 50G PON yang dapat memberikan kecepatan 10 gigabit untuk jaringan ultra-broadband F5.5G. Teknologi ini diharapkan akan digunakan secara luas di rumah, kampus, dan fasilitas produksi di masa depan. Huawei telah bekerja sama dengan lebih dari 30 operator di seluruh dunia dalam verifikasi teknologi dan uji coba aplikasi untuk teknologi ini.

Yang Chaobin juga menjelaskan bahwa Huawei telah menerapkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di jaringan inti 5.5G untuk terus meningkatkan kemampuan dan ketersediaan jaringan. Dengan demikian, kemampuan kecerdasan buatan (AI) akan dapat digunakan hingga ke ujung jaringan untuk melayani berbagai industri dengan lebih baik.

"Net5.5G menawarkan akses 10 gigabit, transportasi ultra-broadband, dan latensi dalam satuan mikrodetik pada jaringan AI. Ini akan menjadi dasar bagi jaringan generasi berikutnya dalam mendukung proses digitalisasi industri dengan menyediakan akses jaringan berkualitas tinggi," ujarnya.

Saat ini, industri masih dalam tahap awal pengembangan visi untuk 6G dan baru saja memulai penelitian tentang teknologi utama yang akan menjadi landasan 6G. Oleh karena itu, tak heran jika banyak pemangku kepentingan industri beralih ke 5.5G sebagai tonggak sejarah mereka dalam pengembangan masa depan. Peningkatan kapabilitas jaringan sebesar 10 kali lipat yang ditawarkan oleh Era 5.5G, menurut Yang, akan memungkinkan tercapainya produktivitas teknologi digital di berbagai sektor industri.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *