KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

PPATK: Hotel Misterius Diduga Jadi Tempat Pencucian Uang, melalui E-commerce

KonotasiNews, PPATK: Hotel Misterius Diduga Jadi Tempat Pencucian Uang, melalui E-commerce

KonotasiNews - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah mengungkap modus baru yang digunakan untuk mengaburkan aliran dana dalam praktik pencucian uang melalui transaksi di platform e-commerce. Dalam sebuah penemuan mengejutkan, PPATK menemukan keterlibatan sebuah hotel misterius di sebuah daerah terpencil.

Menurut Plt Deputi Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono, kasus ini terkuak melalui serangkaian pemesanan fiktif yang dilakukan melalui platform online travel agent. "Ini tanpa melihat tindak pidananya, jadi ada satu hotel di daerah terpencil, kabupaten, di masa pandemi Covid-19 transaksinya miliaran, menerima dari platform tiket online," ungkapnya pada saat diwawancarai usai Fokus Group Discussion (FGD) tentang pencegahan pencucian uang di Bogor.

Keanehan terletak pada fakta bahwa pendapatan hotel seharusnya tidak sebesar itu mengingat jumlah kamar yang terbatas dan situasi pandemi yang sepi. Danang juga menyoroti bahwa jumlah transaksi pemesanan hotel melampaui tingkat okupansi normal. PPATK kemudian melakukan penelusuran intensif terhadap pemilik hotel yang menerima dana tersebut serta menghubungkannya dengan kasus pidana yang terkait.

"Di masa pandemi harusnya (hunian hotel) sepi nggak banyak orang, ini transaksinya besar. Kita identifikasi pemilik hotelnya ini terkait tindak pidana apa, lalu dikirimkan dalam rangka apa. Dan, terdeteksi," jelas Danang.

Lebih lanjut, Danang menyebut bahwa kasus semacam ini juga terjadi di platform online lainnya, bukan hanya dalam pemesanan tiket online. Oleh karena itu, PPATK telah menggandeng Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan Kementerian Perdagangan untuk mengintensifkan pengawasan terhadap aliran dana dalam transaksi tindak pidana pencucian uang melalui e-commerce.

Selain itu, PPATK juga sedang melakukan penyelidikan terhadap fenomena "thrifting" atau penjualan pakaian bekas impor yang telah menarik perhatian nasional. Meski fokus awalnya pada kasus thrifting, PPATK menegaskan bahwa mereka akan mengawasi semua transaksi mencurigakan yang terjadi di platform online.

"Jadi bukan hanya thrifting yang mengarah ke TPPU, tapi semua yang lewat e-commerce. Jadi kami memang merangkul mereka untuk bekerjasama mengungkap hal-hal seperti itu," tegas Danang.

Ia juga mengingatkan bahwa kerugian yang ditimbulkan oleh tindak pidana ini tidak hanya bersifat materiil. Misalnya, pada kasus pencucian uang terkait dengan narkotika, dampaknya dapat merusak generasi muda. Demikian pula, kasus thrifting atau penjualan pakaian bekas impor dapat berdampak pada hilangnya pendapatan negara.

"Jadi berbagai tindak pidana ini bisa menggunakan e-commerce. Kami sudah sampaikan risiko-risikonya sehingga kalau dari thrifting kemungkinan sangat besar sekali dari segi pajak. Kalau narkotika kerugian bukan hanya masalah materil tapi juga bisa merugikan generasi muda dan korupsi juga merusak generasi bangsa. Ini yang perlu kita selamatkan," pungkas Danang.

Dengan pengungkapan modus baru ini, PPATK berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kerjasama dalam memerangi tindak pidana pencucian uang melalui e-commerce serta melindungi kepentingan negara dan generasi bangsa.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *