KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!

Get In Touch

Kediaman Putin di Kremlin Diserang, Dua Drone Ditembak Jatuh

KonotasiNews, Kediaman Putin di Kremlin Diserang, Dua Drone Ditembak Jatuh

KonotasiNews - Rusia melaporkan telah menembak jatuh dua drone yang ditujukan ke kediaman Presiden Vladimir Putin di Kremlin pada Kamis (4/5/2023) malam. Rusia menyebut serangan drone tersebut sebagai tindakan teroris yang direncanakan dan upaya pembunuhan terhadap Putin.

Menurut pernyataan resmi dari Kremlin, dua kendaraan tak berawak diarahkan ke Kremlin, tetapi peralatannya tidak berfungsi. Sisa-sisa drone jatuh di dalam Kremlin dan tidak melukai siapa pun.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Putin sedang bekerja di kediamannya dekat Moskow dan masih akan mengambil bagian dalam parade Hari Kemenangan Perang Dunia II yang dijadwalkan di Red Square minggu depan seperti yang direncanakan.

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengumumkan larangan penerbangan drone tanpa izin di atas ibu kota Rusia. Dalam sebuah pernyataan, Sobyanin mengatakan penerbangan drone akan dilarang kecuali izin khusus diperoleh dari otoritas pemerintah.

Berita tentang serangan drone terhadap Kremlin datang saat Ukraina bersiap untuk serangan baru terhadap pasukan Rusia yang telah direncanakan selama berbulan-bulan. Kota garis depan Kherson di Ukraina selatan mengumumkan jam malam yang panjang bagi penduduk dan tindakan sabotase di belakang garis Rusia diintensifkan.

Pejabat daerah mengatakan bahwa jam malam selama 58 jam ini diberlakukan agar petugas penegak hukum dapat melakukan pekerjaan mereka. Namun, jam malam panjang serupa juga telah digunakan di masa lalu untuk pergerakan pasukan dan senjata.

Oleksandr Prokudin, kepala administrasi militer daerah Kherson, mengatakan bahwa selama jam malam ini, tidak diizinkan untuk bergerak di jalan-jalan kota dan kota juga akan ditutup untuk masuk dan keluar. Tindakan ini merupakan tanda bahwa persiapan sedang ditingkatkan di Ukraina.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *