KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

Kontroversi Memanas: Mantan Bupati Aceh Tamiang dan Rekan-Rekan Dibebaskan dari Tuntutan Korupsi

KonotasiNews, Kontroversi Memanas: Mantan Bupati Aceh Tamiang dan Rekan-Rekan Dibebaskan dari Tuntutan Korupsi

KonotasiNews, Aceh - 27 Februari 2024 - Pagi ini, pengadilan Tipikor Banda Aceh menggelar sidang yang telah lama dinanti-nantikan dalam kasus korupsi penguasaan lahan. Mantan Bupati Aceh Tamiang, Musril, bersama dengan T Yusni, dan T Rusli, akhirnya mendapatkan keputusan dari Majelis Hakim. Dengan suara tegas, mereka diumumkan sebagai bebas dari segala tuntutan yang sebelumnya mereka hadapi.

Pengumuman vonis bebas itu terasa seperti angin segar bagi ketiga terdakwa, yang telah menjalani proses hukum yang melelahkan. Dalam pernyataan resminya, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hamzah Sulaiman, dengan didampingi oleh R Daddy dan Ani Hartati, menjelaskan bahwa dalam persidangan tidak ditemukan cukup bukti yang mendukung tuduhan korupsi terhadap mereka. Dengan demikian, hakim menyatakan ketiganya tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait penguasaan lahan eks HGU PT Desa Jaya Alur dan PT Desa Jaya Perkebunan Alur Meranti.

Baca Juga : Dua Caleg DPRK Di Bireuen Jadi Tersangka Pelanggaran Pemilu 2024.

Keputusan ini bukan hanya sekadar pengumuman vonis, tetapi juga pengembalian hak-hak yang sebelumnya dicabut. Artinya, ketiga terdakwa kembali dibebaskan dari segala tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan dipulihkan haknya yang sempat terhenti selama proses hukum.

Menyikapi putusan ini, kuasa hukum terdakwa, Junaidi, menyatakan apresiasi terhadap keputusan yang diambil oleh majelis hakim. Dia menekankan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil dari proses hukum yang proporsional dan imparsial. "Kami sangat menghormati putusan ini. Putusan ini keluar setelah kita melakukan pledoi," ujarnya kepada Serambinews.com.

Baca Juga : MaTA Catat Kerugian Negara Akibat Korupsi Rp 172,2 Miliar Di Aceh Sepanjang 2023

Perlu diketahui sebelumnya, mantan Bupati Aceh Tamiang dan dua tersangka lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dalam kasus dugaan korupsi terkait penguasaan lahan eks HGU PT Desa Jaya Alur Jambu dan PT Desa Jaya Perkebunan Alur Meranti, serta penerbitan beberapa sertifikat hak milik atas tanah negara oleh pengurus PT Desa Jaya Alur Meranti.

Baca Juga : Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Menyelidiki Kasus Korupsi: Dua Skandal, Tujuh Tersangka Ditahan

img
Author

Bodi man

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *