KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

Pacu Stabilitas Ekonomi di Tengah Tantangan Global, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

KonotasiNews, Pacu Stabilitas Ekonomi di Tengah Tantangan Global, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

KonotasiNews - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur BI yang berlangsung pada 24-25 Mei 2023. Keputusan ini menandai langkah konsisten bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dalam pernyataannya, Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan pentingnya keputusan ini dalam memastikan inflasi inti tetap terkendali dan mengarahkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke sasaran yang ditetapkan sebelumnya. Dalam situasi global yang penuh tantangan, BI berkomitmen untuk menjaga kestabilan ekonomi domestik.

Pilihan BI untuk mempertahankan suku bunga Deposit Facility pada level 5 persen dan suku bunga Lending Facility di posisi 6,5 persen juga merupakan langkah bijak dalam mendukung kebijakan moneter yang berkelanjutan.

Pandangan dari ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI, Teuku Riefky, menyatakan pentingnya langkah BI dalam mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen. Riefky berpendapat bahwa kebijakan ini tidak hanya membantu memperkuat ketahanan ekonomi nasional, tetapi juga akan mendorong stabilitas harga domestik di tengah kondisi ekonomi global yang berpotensi melambat.

Mengacu pada data terkini, keputusan ini didasarkan pada ekspektasi bahwa inflasi akan terus menurun dan kembali ke target BI sebesar 3 persen dengan kisaran plus minus 1 persen per tahun dalam waktu dekat. Dalam hal ini, BI menunjukkan kecermatannya dalam menganalisis dan mengelola kebijakan moneter sesuai dengan perkembangan ekonomi terkini.

Selain itu, para investor tetap antusias terhadap surat utang Indonesia karena kepercayaan mereka terhadap kebijakan moneter yang stabil. Selisih imbal hasil yang menarik antara obligasi pemerintah Indonesia dan US Treasury menjadi faktor pendorong utama minat investor.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *