KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!

Get In Touch

Yoel Yosaphat: Bersuara Menolak Oligarki dan Dorong Pembatasan Masa Jabatan

KonotasiNews, Yoel Yosaphat: Bersuara Menolak Oligarki dan Dorong Pembatasan Masa Jabatan

KonotasiNews - Presidium Nasional Forum Politisi Muda Indonesia (FPMI) memperjuangkan pembatasan masa jabatan anggota legislatif dalam upaya mewujudkan regenerasi politik yang lebih dinamis. Suara mereka terdengar jelas melalui Koordinator Presidium Nasional FPMI, Yoel Yosaphat, dalam acara National Policy Roundtable Discussion (NPRD) 2023 yang berlangsung hari ini di Jakarta.

FPMI, sebagai wadah bagi politisi muda dan tokoh muda dari berbagai partai politik, mengecam praktik oligarki yang dianggap menghambat perubahan. Yoel Yosaphat dengan tegas menyampaikan komitmennya untuk mendukung pembatasan masa jabatan anggota legislatif meskipun mungkin tidak sejalan dengan pandangan partai politik yang ada.

“Kami tidak suka hal-hal yang namanya oligarki, dan untuk itu kami pun berusaha untuk menyuarakan pembatasan masa jabatan untuk anggota legilatif. Yang dimana hal ini mungkin tidak oke di mata partai politik. Tapi kita akan menyuarkaan hal ini”, tegas Yoel dalam diskusi tersebut.

Yoel, yang juga merupakan anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PSI, menyoroti pentingnya memberikan peluang kepada politisi muda untuk berperan aktif dalam pemerintahan. Ia mengungkapkan aspirasi FPMI untuk menciptakan kuota khusus bagi anak muda di dalam pemilu dan setiap partai politik.

“Kita ingin agar politisi muda yang mayoritas bukan siapa-siapa dapat mempunyai akses, relasi, ilmu dan kesempatan untuk menjadi seseorang di pemerintahan, baik di eksekutif maupun legislatif. Hal yang kmai perjuangkan adalah kami ingin kuota anak muda di dalam pemilu, di setiap parpol”. Lanjut Yoel dengan penuh semangat.

Selain itu, Yoel juga menekankan urgensi regenerasi di dalam FPMI dan pemerintahan secara keseluruhan. Baginya, penting bagi suatu organisasi dan negara untuk memberikan tongkat estafet kepemimpinan kepada individu yang lebih baik.

“Kita percaya setiap orang mempunyai kebijakan, jika terlalu lama mempunyai power, ya, its power tend to corrupt.maka perlu ada regenerasi. Kita pun harus paham bahwa jika kita berdiri disana, kita tidak akan menjabat selamanya. Makanya perlu diberikan tongkat estafet untuk seseorang yang lebih baik, supaya bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang meiliki inovasi yang baik”, pungkasnya.

Dalam upayanya untuk mendorong peran politisi muda, FPMI berkomitmen untuk mengurangi cost politik dan memberikan ruang bagi anak muda untuk mendapatkan dukungan dan rekomendasi dari tokoh-tokoh daerah. FPMI meyakini bahwa kekuatan dan energi generasi muda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif bagi bangsa ini.

Share:
img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *