KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

Dolar AS Melemah di Tengah Ketidakpastian: Kekhawatiran Gagal Bayar Menghantui!

KonotasiNews, Dolar AS Melemah di Tengah Ketidakpastian: Kekhawatiran Gagal Bayar Menghantui!

KonotasiNews - Dolar AS mengalami pelemahan terhadap sejumlah mata uang utama lainnya dalam perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Investor memprediksi bahwa kebijakan Federal Reserve yang kurang hawkish dan terhentinya secara mendadak negosiasi mengenai batas utang AS, telah memicu kekhawatiran akan kemungkinan gagal bayar yang akan terjadi pada tanggal 1 Juni.

Pada akhir perdagangan, indeks dolar yang mengukur kinerja Dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun sebesar 0,37 persen menjadi 103,1924.

Euro menguat menjadi 1,0807 dolar AS pada akhir sesi New York, naik dari 1,0767 dolar AS pada sesi sebelumnya, sementara pound Inggris juga menunjukkan kenaikan menjadi 1,2448 dolar AS dari 1,2404 dolar AS sebelumnya.

Dolar AS ditransaksikan seharga 138,0760 yen Jepang, mengalami penurunan dari 138,6390 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Selain itu, Dolar AS juga terdepresiasi menjadi 0,8998 franc Swiss dari 0,9050 franc Swiss sebelumnya, dan menurun menjadi 1,3509 dolar Kanada dari 1,3510 dolar Kanada. Dolar AS juga melemah menjadi 10,5292 krona Swedia dari 10,5839 krona Swedia.

Pada Jumat (19/5/2023), Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, memberikan komentar yang lebih dovish dengan menyatakan bahwa situasi di sektor perbankan terkendali dan Federal Reserve tidak perlu menaikkan suku bunga sebanyak yang sebelumnya diprediksi oleh pasar. Pernyataan ini bertentangan dengan harapan pasar yang lebih tinggi.

Sementara itu, terdapat laporan bahwa negosiasi yang berisiko tinggi mengenai peningkatan batas utang pemerintah AS tiba-tiba terhenti pada Jumat (19/5/2023) setelah negosiator dari Partai Republik meninggalkan ruangan. Belum jelas apakah pembicaraan akan dilanjutkan pada akhir pekan ini.

"Kami tidak akan duduk dan berdiskusi sampai ada kemauan untuk mengadakan pembicaraan yang konstruktif tentang bagaimana kita dapat bergerak maju dan mengambil langkah yang tepat," ujar Garret Graves, perwakilan utama dari Partai Republik di Louisiana yang ditunjuk sebagai negosiator oleh Ketua DPR Kevin McCarthy, saat ia meninggalkan pembicaraan pada Jumat (19/5/2023).

Berita ini telah memberikan efek negatif pada nilai Dolar AS. "Ini menjadi pemicu penurunan setelah kemajuan yang dicapai kemarin, ketika Ketua DPR McCarthy berpikir bahwa RUU tersebut dapat disetujui di DPR dalam minggu depan," tulis Action Economics dalam sebuah blog.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *