KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

Ukraina Tegaskan Tak Akan Menyerah! China Kembali Ditegur atas Usulannya yang Kontroversial

KonotasiNews, Ukraina Tegaskan Tak Akan Menyerah! China Kembali Ditegur atas Usulannya yang Kontroversial

KonotasiNews - Dalam pertemuan di Kiev pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Ukraina secara tegas menyampaikan kepada utusan China bahwa Ukraina tidak akan menerima usulan apa pun yang mengharuskan mereka menyerahkan wilayah atau membekukan konflik dalam perang melawan Rusia. Dalam kunjungan ke Ukraina pada Selasa dan Rabu, Li Hui, perwakilan khusus China untuk urusan Eurasia dan mantan duta besar untuk Rusia, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, sebagaimana diungkapkan oleh Kemenlu Ukraina.

Ini merupakan kunjungan pertama seorang utusan senior China yang memiliki hubungan akrab dengan Rusia sejak terjadinya invasi besar-besaran Rusia pada bulan Februari 2022. "Kuleba memberikan arahan secara terperinci kepada utusan khusus pemerintahan China mengenai prinsip-prinsip pemulihan perdamaian yang berkelanjutan dan berkeadilan, berdasarkan prinsip menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina," demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh kementerian tersebut.

"Dia menegaskan bahwa Ukraina menolak dengan tegas usulan apapun yang meminta mereka untuk kehilangan wilayah atau membekukan konflik," tambah pernyataan tersebut.

Selain kunjungan ke Kiev, pejabat senior China ini juga memiliki rencana pertemuan di Rusia, Polandia, Prancis, dan Jerman.

China enggan mengutuk Moskow atau menyebut tindakan negara tersebut sebagai "invasi," hal ini memicu kritik dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat yang mempertanyakan kredibilitas China sebagai penengah dalam konflik ini.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *