KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

Tim Fuchelia ITS Ciptakan Teknologi Pirolisis Untuk Hasilkan Bahan Bakar

KonotasiNews, Tim Fuchelia ITS Ciptakan Teknologi Pirolisis Untuk Hasilkan Bahan Bakar

KonotasiNews - Tim Fuchelia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah mengembangkan alat daur ulang plastik menjadi bahan bakar yang diberi nama Smart Reducer Gas Pyrolysis sebagai solusi untuk mengatasi masalah sampah plastik. Salah satu anggota tim, Immanuel Nathanael Lumban Gaol, mengungkapkan bahwa bahan bakar fosil masih menjadi pilihan utama sejumlah petani meskipun ketersediaannya semakin menipis dan berdampak pada harga yang mahal. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan bakar ramah lingkungan, seperti bahan bakar hasil pirolisis limbah plastik.

Tim yang terdiri dari tujuh mahasiswa Departemen Kimia ITS ini merancang teknologi tepat guna dengan menggunakan teknik pirolisis limbah untuk mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak. Alat yang dirancang terdiri dari beberapa bagian, yaitu reaktor 18 liter, pipa penghubung, kondensor, dan penampung produk.

Nathanael menjelaskan bahwa konsep pirolisis yang diterapkan ini merupakan proses pemanasan bahan padat dalam keadaan oksigen yang terbatas atau bahkan tanpa oksigen. Alat yang dikembangkan menggunakan plastik Polyethylene Terephthalate (PET) sebagai bahan baku dengan produk luarannya berupa minyak.

Cara kerja dari Smart Reducer Gas Pyrolysis dimulai dengan memilah dan memisahkan sampah plastik yang akan dicacah sampai diperoleh ukuran terkecil. Kemudian dilanjutkan dengan proses pirolisis dengan memasukkan 5-10 kilogram plastik ke dalam reaktor, dan dipanaskan menggunakan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Plastik akan meleleh dan mengalami proses perengkahan menjadi hidrokarbon rantai yang lebih pendek. Dengan panas yang ditambahkan terus-menerus dalam reaktor tersebut membuat lelehan plastik menguap. Uap hasil pemanasan akan dialirkan menuju kondensor untuk didinginkan, sehingga diperoleh cairan berupa minyak hasil.

Minyak pirolisis ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar mesin diesel untuk menghidupkan alat-alat pertanian. Nuel dan tim juga menambahkan zat aditif berupa minyak kayu putih ke dalam minyak pirolisis untuk mengurangi emisi karbon dan mendapatkan hasil minyak yang lebih jernih. Pada knalpot mesin diesel dengan penggunaan minyak pirolisis juga akan ditambahkan karbon aktif untuk menghindari bau yang tidak sedap.

Teknologi tepat guna dari Smart Reducer Gas Pyrolysis berhasil diaplikasikan secara langsung pada acara pengabdian masyarakat di Serang, Banten dengan tajuk Technology for Indonesia (TFI). Dari proses ini, para peserta diharapkan dapat berinovasi dalam berbagai aspek industri pertanian di Indonesia, seperti energi, pra-panen, dan pascapanen pertanian untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitar masyarakat.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *