KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!

Get In Touch

Tritium Fukushima Daiichi Mengancam Kesehatan Manusia

KonotasiNews, Tritium Fukushima Daiichi Mengancam Kesehatan Manusia

KonotasiNews - Ilmuwan terkenal, Timothy Mousseau, mengatakan bahwa tritium yang direncanakan dibuang oleh pemerintah Jepang dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi yang tidak beroperasi dapat membahayakan kesehatan manusia karena paparan internal yang lebih berbahaya dibandingkan dengan paparan eksternal. Menurutnya, ketika tritium masuk ke dalam tubuh, zat tersebut setidaknya sama berbahayanya dengan radionuklida lainnya, bahkan dalam beberapa kasus tritium bisa dua kali lipat lebih berbahaya dalam hal efek radiasi pada materi genetik dan protein.

Pada sebuah konferensi pers di Seoul, Mousseau, yang merupakan seorang profesor ilmu biologi di University of South Carolina, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rencana pemerintah Jepang untuk membuang lebih dari 1,2 juta ton air yang terkontaminasi tritium ke laut selama 30 tahun mulai 2023. Shaun Burnie, seorang spesialis nuklir senior di Greenpeace Asia Timur, juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap rencana pembuangan tersebut dan menganggap bahwa hal itu akan berlangsung lebih lama dari yang direncanakan.

Burnie juga skeptis terhadap klaim Jepang bahwa air yang terkontaminasi dapat diencerkan melalui sistem pengolahan cairan canggih (advanced liquid processing system/ALPS). Menurutnya, belum jelas seberapa sukses sistem ALPS dalam mengolah air. Sekitar 70 persen air di dalam tangki masih perlu diproses lebih lanjut, sehingga belum diketahui seberapa efektif sistem tersebut. Oleh karena itu, menurut Burnie, air yang terkontaminasi tidak bisa dibuang dalam kondisi seperti saat ini.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *