KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

Perangi Bahan Pangan Tak Bermutu: Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Tingkatkan Pengawasan menjelang Lebaran

KonotasiNews, Perangi Bahan Pangan Tak Bermutu: Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Tingkatkan Pengawasan menjelang Lebaran

KonotasiNews - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, meningkatkan pengawasan terhadap peredaran dan harga produk pangan yang terbuat dari daging ternak di sejumlah pasar tradisional dan swalayan menjelang Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah. Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, pada hari Senin kemarin, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan dan kualitas terhadap produk pangan asal hewan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat selama Ramadhan hingga menjelang Lebaran.

"Kami memiliki tugas untuk memantau peredaran penjualan bahan pangan asal hewan seperti daging, susu, dan telur. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah peredaran produk pangan berbahan daging yang tidak layak dikonsumsi serta memantau harga daging," ungkap Muadi, kepala dinas tersebut.

Beberapa pasar tradisional dan swalayan yang telah diperiksa antara lain Pasar Banjarsari, Grogolan, dan Pasar Banyurip, Toserba, Superindo, mal Yogya, dan Hypermart.

Dalam kegiatan tersebut, dinas tersebut belum menemukan bahan pangan yang berbahaya untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Mereka memeriksa ruang pajang untuk mengecek kualitas daging, telur, dan produk olahan seperti nugget dan bakso. Mereka juga mengecek cold storage untuk memastikan tidak ada daging yang kedaluwarsa atau masa simpan yang tidak seharusnya.

Dinas tersebut juga rutin memberikan edukasi pada para pedagang tentang keamanan dan kualitas bahan pangan asal hewan agar mereka patuh dan sadar untuk menjual bahan pangan yang tidak berbahaya.

Terkait harga daging, Muadi mengatakan bahwa saat ini harga daging sapi mencapai sekitar Rp130 ribu per kilogram, ayam Rp36 ribu per kilogram, dan telur Rp27 ribu per kilogram. Ia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat membeli produk pangan berbahan daging agar tidak keliru, dan memastikan bahwa bahan pangan yang dibeli berstatus halal dengan menanyakan kepada pedagang asal daging itu dari mana.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *