KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

Jaksa KPK Hadirkan 5 Saksi Dalam Kasus Suap PMB Unila

KonotasiNews, Jaksa KPK Hadirkan 5 Saksi Dalam Kasus Suap PMB Unila

KonotasiNews - Mantan Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, sebagai saksi dalam kasus suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahun 2022 Universitas Lampung (Unila), mengaku didesak oleh Marzani, seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat, untuk memasukkan anaknya ke Unila.

Menurut Herman HN, Marzani menemui dirinya dan meminta tolong untuk memasukkan anaknya ke Unila. Saat itu, Marzani menyerahkan nomor telepon Budi Sutomo, yang pada waktu itu menjabat sebagai Kabiro Perencanaan Unila. Herman HN mengatakan bahwa ia tidak mengenal Budi Sutomo dan mengusulkan untuk menghubungi Yusdianto, dosen Unila. Setelah bertemu dengan Budi Sutomo, Herman HN meminta tolong untuk memasukkan anak keponakannya ke Unila.

Herman HN mengakui bahwa ia tidak pernah menghubungi Prof Karomani dalam persoalan ini dan tidak mengetahui tentang uang yang diberikan ke Budi Sutomo oleh Saprodi, yang merupakan besan dari Marzani. Ia juga mengakui hanya sekali bertemu dengan Budi Sutomo dan tidak pernah berhubungan lagi dengannya baik secara langsung maupun melalui telepon.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima saksi termasuk Herman HN dalam sidang pemeriksaan kasus ini. Prof Karomani bersama dua terdakwa lainnya, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila nonaktif Prof Heryandi dan Ketua Senat Unila nonaktif Muhammad Basri, menjadi terdakwa atas dugaan penerimaan suap PMB Unila Tahun 2022.

Sidang ini dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Ketua Lingga Setiawan dan terdiri dari empat Hakim Anggota. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, di mana tiga di antaranya merupakan penerima suap, yakni Prof Dr Karomani, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryandi, dan Ketua Senat Unila Muhammad Basri. Sementara itu, Andi Desfiandi, pihak swasta yang menjadi pemberi suap, telah dijatuhi hukuman oleh majelis hakim.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *