KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

Garda OKU Larang Angkutan Batubara, Pemerintah Harus Responsif

KonotasiNews, Garda OKU Larang Angkutan Batubara, Pemerintah Harus Responsif

KonotasiNews - Aliansi Masyarakat Peduli OKU untuk Jalan memberikan surat somasi kepada seluruh angkutan Batubara yang melintas di jalan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu malam (8/2/2023).

Surat tembusan ini dikirimkan langsung kepada sopir angkutan Batubara untuk disampaikan ke perusahaan mereka dan memperingatkan bahwa melintas di jalan umum dilarang.

Ini merupakan tindakan yang diambil setelah kekesalan masyarakat akan dampak buruk yang ditimbulkan oleh angkutan Batubara, seperti kemacetan dan rusaknya jalan di Bumi Sebimbing Sekundang.

Menurut Ketua Garda OKU Josi Robert, pihaknya meminta pemerintah, khususnya Gubernur Sumsel, untuk menegakkan peraturan daerah Sumsel nomor 5 Tahun 2011 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan Batubara. Aturan ini melarang angkutan Batubara melintasi jalan umum dan harus melewati jalan sendiri atau khusus.

Menurut Robert, dampak negatif melintasnya angkutan Batubara di jalan umum sangat merugikan masyarakat, seperti rusaknya jalan akibat tonase yang melebihi kapasitas, kemacetan karena konvoi kendaraan Batubara, dan potensi kecelakaan lalu lintas.

"Ini sangat merugikan masyarakat," ujarnya. Sebagai contoh, jalan lintas tengah Sumatera dari Ulu Ogan, banyak jalan yang rusak dan tetap rusak meski sudah dibenahi.

Karena itu, Robert menekankan bahwa angkutan Batubara yang melebihi tonase ketentuan tidak layak melintas di jalan umum.

"Semoga surat yang kami berikan dapat ditindaklanjuti oleh Gubernur Sumsel dan direspon oleh perusahaan transportir Batubara. Namun, jika tidak ada tanggapan, kami akan melakukan aksi kembali," tutupnya.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *