KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

Insiden Al-Qur'an membekas, Swedia sulit bergabung NATO

KonotasiNews, Insiden Al-Qur'an membekas, Swedia sulit bergabung NATO

KonotasiNews - Swedia mengeluarkan pernyataan setelah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, enggan memberikan dukungan kepada Stockholm untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Turki sendiri adalah salah satu anggota NATO yang memiliki hak untuk menerima atau menolak masuknya negara lain ke dalam pakta pertahanan tersebut.

Menlu Swedia, Tobias Billstrom, menegaskan bahwa tidak ada kompromi terkait kebebasan bicara dan Stockholm akan tetap mengimplementasikan kesepakatan Madrid.

"Kesepakatan Madrid sangat jelas menunjukkan apa yang diperlukan Swedia untuk menjadi anggota NATO dan kami akan memenuhi syarat yang tertuang dalam kesepakatan trilateral," ujarnya.

Billstrom juga menegaskan bahwa masalah agama tidak termasuk dalam Kesepakatan Madrid.
Kesepakatan Madrid adalah hasil pertemuan antara Turki, Swedia, dan Finlandia yang berlangsung di Spanyol pada 28 Juni 2022, sebagai salah satu cara bagi kedua negara Nordik untuk memperoleh izin dari Turki untuk bergabung dengan NATO.

Beberapa poin dalam kesepakatan tersebut antara lain adalah permintaan Turki kepada Swedia dan Finlandia untuk merepatriasi aktivis Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang melarikan diri dari Turki dan mengakhiri embargo senjata terhadap Turki.

Untuk bisa menjadi anggota NATO, negara calon harus mendapatkan persetujuan dari semua anggota. Namun, kemungkinan itu tampaknya semakin tipis untuk Swedia setelah politisi sayap kanan Rasmus Paludan membakar Al-Qur'an di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm beberapa waktu lalu.

Sejak insiden tersebut, Erdogan sudah menegaskan bahwa dia tidak akan memberikan dukungan kepada Swedia untuk bergabung dengan NATO.

Meski demikian, dia memberikan sinyal positif kepada Finlandia. Di sisi lain, Helsinki menyatakan bahwa mereka akan bergabung dengan NATO bersama Swedia.

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *