KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!

Get In Touch

Perkosa PRT Indonesia, Politisi Malaysia Diancam Dibui 20 Tahun

KonotasiNews, Perkosa PRT Indonesia, Politisi Malaysia Diancam Dibui 20 Tahun

KonotasiNews.com - Pengadilan Tinggi Ipoh, Malaysia menjatuhkan hukuman penjara 13 tahun dan dua cambukan pada mantan anggota Dewan Eksekutif Perak, Paul Yong.

Hakim Pengadilan Tinggi Abdul Wahab Mohamed memutuskan bahwa penuntut umum telah membuktikan unsur-unsur dakwaan melalui saksi-saksi yang bersaksi di pengadilan.

Yong, mantan anggota dewan eksekutif negara bagian, telah didakwa memperkosa wanita itu di sebuah ruangan di rumahnya di Taman Meru Desa di sini antara pukul 20.15 dan 21.15 pada 9 Juli 2019.

Dia telah mengaku tidak bersalah atas tuduhan berdasarkan Pasal 376 (1) KUHP.

Dia menghadapi hukuman penjara maksimal 20 tahun dan cambuk.

Junjungan Sigalingging, sekretaris pertama kedutaan besar Indonesia di Malaysia, mengatakan Jakarta telah memantau dengan cermat kasus ini sejak melibatkan warganya dan puas dengan keputusan pengadilan.

Pemerintah Indonesia juga telah menunjuk seorang pengacara untuk mengadakan brief pengawasan selama persidangan berlangsung.

"Kami puas dengan putusan Pengadilan Tinggi. Keputusan tersebut telah menunjukkan bahwa sistem hukum Malaysia mampu membawa keadilan.

"Sebagai politisi, dia telah melakukan banyak pekerjaan kesejahteraan membantu masyarakat. Kasusnya tidak melibatkan korban di bawah umur atau kasus yang melibatkan inses," katanya. Namun, kepala kejaksaan negara bagian, Azlina Rashdi meminta hukuman yang berat karena sifat dan beratnya kejahatan.

src : Freemalaysiatoday

img
Author

pengembara

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *