Jubir Rusia: Kami Senang Boris Johnson Mundur

Date:

KonotasiNews.com – Juru bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan pada Kamis (7/7), Kremlin terus memantau “krisis pemerintahan” di Inggris. Ia menambahkan, Rusia menyambut baik “orang-orang lebih profesional” yang akan melanjutkan pemerintahan Inggris.

“Kami berharap pada titik tertentu ada orang-orang lebih profesional yang akan maju di Inggris, yang akan dapat memahami bahwa berbagai masalah yang ada perlu diselesaikan melalui dialog, namun hal itu hampir tidak dapat diharapkan saat ini. Sementara mengenai sosok (Boris) Johnson, ia sangat tidak menyukai kami, dan kami pun (tidak menyukainya),” tandas Peskov.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan pada Kamis (7/7) bahwa “sama sekali tidak ada risiko” terdampaknya dukungan Inggris bagi Ukraina akibat gejolak politik yang melanda pemerintahan Inggris saat ini.

“Bantuan ke Ukraina yang kami berikan bukan hanya dari satu orang, bukan hanya saya, bukan hanya perdana menteri, tapi upaya seluruh pihak,” ujar Wallace.

Salah satu juru bicara PM Johnson, yang mengumumkan bahwa sang perdana menteri akan mundur, sebelumnya menyatakan bahwa Johnson telah meyakinkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bahwa dirinya akan terus bekerja sama dengan para mitra untuk mengakhiri blokade gandum dalam beberapa minggu ke depan.

Kantor Zelenskyy sendiri telah mengeluarkan pernyataan sejak Johnson mengonfirmasi pengunduran dirinya bahwa Ukraina “tidak memiliki keraguan bahwa dukungan Inggris akan tetap mengalir” setelah perdana menteri petahana meninggalkan jabatannya.

Pengunduran diri itu merupakan kekalahan yang memalukan bagi Johnson, yang berhasil membawa Inggris keluar dari Uni Eropa dan dipuji karena meluncurkan salah satu kampanye vaksinasi massal paling sukses di dunia untuk memerangi COVID-19.

Pengumuman itu disampaikan setelah skandal etika terbaru di lingkaran kepemimpinan Johnson menyebabkan sekitar 50 anggota parlemen senior mundur dari pemerintahan dan membuatnya tak bisa memerintah.

Johnson, 58 tahun, mempertahankan kekuasaannya selama hampir tiga tahun meski dituduh terlalu dekat dengan para donor partai, melindungi para pendukungnya dari tuduhan kasus intimidasi dan korupsi, dan menyesatkan Parlemen terkait pesta-pesta kantor pemerintahannya yang melanggar peraturan karantina wilayah selama pandemi.

Baru-baru ini juga terungkap bahwa Johnson sebenarnya mengetahui tuduhan pelecehan seksual terhadap anggota parlemen dari partainya, tetapi kemudian justru diangkatnya untuk menduduki jabatan senior dalam pemerintahannya. Hal ini merupakan satu bukti lagi bahwa pemerintahannya dililit oleh terlalu banyak skandal.

Pemilihan internal untuk memilih pemimpin baru partainya, Partai Konservatif, yang juga akan menjadi perdana menteri Inggris berikutnya, kemungkinan akan digelar selama musim panas.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace kemungkinan dapat menjadi penerus Johnson sebagai perdana menteri, setelah beberapa bulan terakhir namanya semakin bersinar berkat upayanya menangani krisis di Ukraina dan dinilai dapat menyalip sosok Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss sebagai anggota pemerintahan yang paling populer di mata anggota Partai Konservatif, menurut situs Conservative Home.

Sementara itu, Liz Truss akan mempersingkat kunjungannya ke pertemuan G20 di Bali dan kembali ke London, menurut laporan BBC hari Kamis (7/7).

Truss baru saja tiba di Pulau Dewata hari Kamis dan menggelar pertemuan dengan Menlu Retno Marsudi.

Melalui Twitter, menyusul pengunduran diri Boris Johnson, ia mencuit bahwa keputusan Johnson untuk mundur sudah tepat.

“Perdana Menteri telah membuat keputusan yang tepat. Kita membutuhkan ketenangan dan persatuan sekarang dan tetap memerintah sampai pemimpin baru ditemukan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Senator AS Desak Pentagon Kirim Drone Canggih Ke Ukraina

KonotasiNews.com - Koalisi partai yang terdiri dari 16 senator...

Umumkan Pencalonan Presiden, Donald Trump Dihadapkan Kasus Penipuan

KonotasiNews.com - Setelah mengumumkan dirinya sebagai calon presiden, Donald...

Jokowi: Putin & Zelensky Akan Hadir Di G20, Tergantung Situasi

KonotasiNews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan Presiden Rusia...

Nafa Urbach Khawatir Orang Berimajinasi Buruk Melihat Perempuan Berkebaya Merah

KonotasiNews.com - Nafa Urbach terlihat berpendapat soal kasus video...