KonotasiNews.

KonotasiNews.

Menyajikan Berita Berimbang. Menerapkan Kaidah-Kaidah Dan Kode Etik Jurnalistik. Mengedepankan Nilai-Nilai Nasionalisme Demi Persatuan Dan Kemajuan Republik Indonesia.

  • Scallops Goreng dengan Saus Vanilla ala Napa dan Sonoma
  • Zucchini Noodles: Menikmati Masakan Rumahan, Mie Sehat Tanpa Gluten
  • Ayam Oseng Bawang Krispi: Paduan Lezat Oseng Bawang dan Ayam Goreng Renyah
  • Ube Brulee: Dessert Eksklusif dengan Sentuhan Ubi Ungu
  • Jalangkote Makassar: Petualangan Kuliner di Tanah Sulawesi
  • Summer Fruit Salad: Camilan Sehat dan Segar!
  • Sushi Crepes: Dessert Unik yang Menyajikan Kelezatan Crepes dan Whipped Cream
  • Burrata Manis dan Pedas: Kelezatan Creamy dengan Sentuhan Jeruk dan Kuah Madu

Get In Touch

Ridwan Kamil: Kasus COVID-19 melonjak di lima wilayah Jawa Barat

KonotasiNews, Ridwan Kamil: Kasus COVID-19 melonjak di lima wilayah Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan adanya peningkatan jumlah kasus COVID-19 di provinsi tersebut, khususnya di Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Kota Bandung.

"Terjadi peningkatan (jumlah) kasus COVID-19 di Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Kota Bandung. Namun, kondisinya masih terkendali," kata Ridwan Kamil usai rapat Kebijakan Panitia Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate Bandung, Rabu.

Pemprov Jawa Barat telah mengendalikan penyebaran COVID-19 yang terlihat dari tingkat bed occupancy rate (BoR) untuk merawat pasien COVID-19 di rumah sakit yang masih di angka satu persen.

"Angka BoR pasien COVID-19 masih satu persen. Peningkatan kasus ini sejalan dengan kedekatan kita dengan Jakarta yang juga mengalami peningkatan. Polanya masih sama," katanya.

Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan karena target vaksinasi COVID-19 di Jawa Barat telah tercapai.

“Menurut Menkes, imunitas masyarakat sudah di atas 90 persen,” kata Kamil.

Pihaknya memperkirakan puncak kasus COVID-19 berikutnya terjadi pada Juli 2022.

"Prediksi puncak kasus COVID-19 berikutnya mungkin terjadi pada Juli 2022. Saya mengimbau media untuk melaporkan secara proporsional. Menurut perhitungan ilmiah, setelah Juli akan turun lagi," katanya.

Lebih lanjut dia mencatat bahwa COVID-19 tidak akan pernah hilang sepenuhnya dan pola kasusnya akan sama serta cara penanganan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Perkembangan COVID-19 akan selalu dinamis. Makanya saya katakan COVID-19 tidak akan hilang sama sekali. Polanya akan sama. Kemajuan vaksinasi masih terus ditingkatkan, terutama di Jawa Barat, dengan pemberian vaksin. dosis satu dan dua mendekati 100 persen sedangkan untuk vaksin booster 30 persen," ujarnya. (INE)

img
Author

KonotasiNews

0 Comments

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *